PURWOREJO, iNewsJoglosemar.id – Perjuangan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo untuk menghadirkan air bersih bagi warga Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, tak berjalan mulus. Proses pengeboran sumur harus berpacu dengan lapisan batu keras yang memperlambat pekerjaan. Namun, tantangan itu tak menyurutkan semangat personel Satgas dan para pekerja untuk menuntaskan pembangunan.
Pengeboran sumur bor yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD terus dikerjakan meski membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak dibanding perkiraan awal. Setiap meter pengeboran menjadi perjuangan tersendiri agar sumber air bersih segera bisa dinikmati masyarakat, Jumat (24/7/2026).
Danramil 10/Bruno, Kapten Inf Eko Setiawan, mengatakan kondisi geologi di lokasi menjadi tantangan utama dalam proses pengeboran. Meski demikian, seluruh personel tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target.
"Di lokasi pengeboran memang terdapat lapisan batu yang cukup keras sehingga prosesnya membutuhkan waktu dan tenaga lebih. Namun kami bersama para pekerja tetap berkomitmen menyelesaikan sumur bor ini karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat," ujarnya.
Menurut Kapten Inf Eko Setiawan, pembangunan sumur bor merupakan kebutuhan mendesak bagi warga Desa Watuduwur yang selama ini masih menghadapi keterbatasan air bersih, terutama ketika musim kemarau tiba. Karena itu, setiap kendala di lapangan menjadi tantangan yang harus ditaklukkan demi memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dedikasi personel Satgas TMMD dan para pekerja yang tetap bersemangat menyelesaikan pengeboran meski harus menghadapi lapisan batu yang keras. Semangat tersebut menjadi modal penting agar seluruh sasaran fisik TMMD dapat diselesaikan tepat waktu.
Apabila sumur bor rampung, warga Desa Watuduwur diharapkan tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran fasilitas tersebut juga menjadi salah satu wujud nyata komitmen TMMD dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
