SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Pengakuan awal seorang pria berinisial MDFS (22) membawa polisi ke titik yang diduga menjadi lokasi pembuangan Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025.
Dari lokasi yang ditunjukkan terduga pelaku di kawasan lereng Tol Jangli, Kota Semarang, polisi menemukan kerangka manusia. Penemuan tersebut menjadi titik penting dalam penyelidikan kasus hilangnya Mozza yang telah berlangsung selama lebih kurang satu tahun.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP M. Bodia Teja Lelana mengatakan, lokasi tersebut ditemukan setelah penyidik melakukan interogasi lanjutan terhadap MDFS. Dalam keterangannya, MDFS mengaku pernah terlibat cekcok dengan Mozza di sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.
Setelah kejadian tersebut, MDFS mengaku membawa korban menggunakan karung menuju kawasan Tol Jangli. Korban kemudian diduga ditinggalkan di lokasi yang berada di lereng curam.
“Terus di situ dia menggunakan karung terhadap korban. Terus dibawa ke arah Tol Jangli, diletakkan di situ, dibuang,” kata AKP Bodia.
Keterangan tersebut kemudian ditindaklanjuti penyidik. Polisi bersama tim terkait mendatangi titik yang disebutkan MDFS untuk memastikan lokasi.
Penyisiran dilakukan pada siang hari karena kondisi medan cukup curam dan lokasi tersebut sulit dipantau. Tim Inafis Polres Semarang bersama unit terkait dan Tim Inafis Polrestabes Semarang kemudian melakukan pencarian di sekitar titik yang ditunjukkan.
Dalam penyisiran itu, petugas menemukan kerangka manusia. Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan tim SAR mengingat kondisi medan yang curam.
“Kalau kami temukan kerangka, kami evakuasi bersama dengan bantuan tim SAR juga,” ujar Bodia.
Kerangka tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi lebih lanjut.
Polisi menyebut kondisi kerangka yang ditemukan masih relatif lengkap. Bagian gigi juga masih lengkap sehingga membantu proses identifikasi.
Informasi mengenai penemuan kerangka tersebut kemudian diketahui keluarga Mozza. Pihak keluarga datang ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk memberikan keterangan mengenai ciri-ciri khusus yang diketahui mereka.
Di antaranya terdapat gingsul pada bagian kiri depan bawah, bekas tambalan pada bagian belakang gigi, serta sebuah jepit rambut yang dikenali keluarga.
Meski sejumlah ciri tersebut dinilai sesuai, polisi belum memastikan kerangka tersebut merupakan Mozza. Penyidik masih menunggu pemeriksaan DNA dengan membandingkan sampel kerangka dengan sampel pembanding dari keluarga.
“Secara fisik memang keluarga mengakui, namun secara scientific crime investigation, kami perlu membandingkan rumus DNA dari kerangka dengan sampel pembanding dari keluarga,” jelas Bodia.
Selain identitas kerangka, polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik untuk mengetahui penyebab kematian.
Bodia menegaskan, pengakuan MDFS mengenai cara korban meninggal belum dapat dijadikan kesimpulan akhir. Dalam interogasi, MDFS mengaku membunuh Mozza dengan cara mencekik, tetapi penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
“Kalau dari interogasi, membunuhnya itu dengan mencekik. Tapi itu kan masih dari keterangan dari terduga. Kita masih menunggu hasil benar-benar, hasil dari visum,” katanya.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian kejadian dan mengumpulkan alat bukti lain. Pemeriksaan DNA dan forensik dilakukan untuk memastikan identitas kerangka sekaligus mengungkap penyebab kematian secara ilmiah.
Sementara itu, berdasarkan keterangan awal terduga pelaku, lokasi dugaan tindak pidana berada di wilayah Kota Semarang. Polres Semarang telah berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang untuk menentukan langkah penanganan perkara selanjutnya.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
