Banjir di Grobogan Hancurkan Sawah, Pemerintah Diminta Salurkan Bantuan Benih dan Pupuk

SEMARANG, iNEWSJOGLOSEMAR.ID – Petani yang tanamannya terdampak banjir di Jawa Tengah perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menyiapkan bantuan benih dan pupuk agar mereka dapat segera kembali bercocok tanam.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, menyoroti dampak banjir yang terjadi di Kabupaten Grobogan beberapa waktu lalu. Menurutnya, bencana tersebut tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga merusak lahan pertanian.
“Kehadiran pemerintah akan meringankan beban petani untuk menanam kembali. Misalnya, benih atau bibitnya diberikan secara gratis,” ujarnya, Kamis (13/3/2025).
Sarif menambahkan, jika memungkinkan, pemerintah juga bisa menyediakan bantuan pupuk untuk membantu petani mempercepat proses tanam ulang.
“Tidak hanya benih, tapi juga pupuk. Dengan begitu, petani bisa segera mengolah lahannya kembali,” lanjut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Ia menegaskan bahwa petani yang mengalami gagal panen akibat banjir memerlukan perlakuan khusus agar tetap bisa melanjutkan usahanya.
“Mungkin jumlah lahan yang terdampak tidak terlalu luas dibandingkan total keseluruhan. Namun, perhatian dari pemerintah tetap diperlukan agar petani tidak semakin terpuruk,” tegasnya.
Banjir yang melanda Grobogan pada 7-8 Maret 2025 disebabkan oleh jebolnya tanggul di Sungai Tuntang dan Sungai Klitih pada Minggu (9/3). Akibatnya, 21 desa di enam kecamatan terendam air, termasuk area persawahan.
Sarif meminta Pemerintah Provinsi Jateng dan Pemkab Grobogan segera berkoordinasi untuk menghitung total kerugian yang dialami petani dan menentukan langkah pemulihan.
“Bencana ini terus berulang, sehingga perlu ada solusi jangka panjang agar tidak terjadi lagi di masa depan,” tandasnya.
Editor : Enih Nurhaeni