get app
inews
Aa Text
Read Next : Bahagianya Anak Panti Terima Santunan Lebaran, Sambut Idulfitri dengan Suka Hati

Antisipasi Lonjakan Mudik, Antrean Motor dan Mobil Dipisah di Exit Tol Bawen

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:23 WIB
header img
Antisipasi Lonjakan Mudik, Antrean Motor dan Mobil Dipisah di Exit Tol Bawen.Foto: Taufik Budi

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id — Menjelang meningkatnya arus mudik Lebaran, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang menerapkan langkah mitigasi keselamatan lalu lintas di kawasan exit tol Bawen.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memisahkan antrean sepeda motor dengan kendaraan roda empat atau lebih dari arah Ungaran di area lampu pengatur jalan (traffic light) keluar tol tersebut.

Kebijakan ini diambil sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan tersebut, terutama yang melibatkan sepeda motor dan kendaraan besar seperti truk.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan saat arus mudik.

Menurutnya, kawasan exit tol Bawen selama ini menjadi salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas.

“Jadi kita berangkat dari beberapa kali kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua dan truk yang biasanya gagal rem ataupun mengalami permasalahan di rem,” ujar Djoko Noerjanto.

Ia menyebutkan dalam kejadian terakhir bahkan terdapat sejumlah sepeda motor yang menjadi korban.

“Ini menjadi korban dari 11 motor yang kemarin terakhir adalah delapan motor,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Dishub Kabupaten Semarang mencoba menerapkan sistem kanalisasi kendaraan di kawasan antrean exit tol Bawen.

Sepeda motor akan diarahkan ke jalur khusus agar tidak bercampur dengan kendaraan roda empat maupun kendaraan berat.

“Kita coba pisahkan di antrean yang ada di exit tol Bawen dari arah atas itu untuk dipisahkan, sepeda motor dikanalisasi supaya antreannya tersendiri,” kata Djoko Noerjanto.

Dengan pemisahan antrean tersebut diharapkan potensi fatalitas kecelakaan dapat ditekan.

“Sehingga fatalitas terhadap kemungkinan terjadi gagal rem bisa dikurangi ataupun dihindarkan,” ujarnya.

Selain memisahkan jalur kendaraan, Dishub Kabupaten Semarang juga menyiapkan langkah tambahan untuk meningkatkan keselamatan di kawasan tersebut.

Salah satunya dengan pemasangan countdown timer atau penghitung mundur yang dapat dilihat pengendara dari jarak jauh.

“Nanti kita pemasangan countdown yaitu penghitung mundur supaya dari jarak jauh sudah bisa melihat bahwa antreannya masih lama ataupun apa sehingga bisa pelan terlebih dahulu,” jelasnya.

Djoko menambahkan kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

“Kita memang kemarin sudah putuskan dengan Ditlantas Polda, Dishub Provinsi, WPTD, Satlantas Polres Semarang dan Dishub Kabupaten Semarang,” katanya.

Pada tahap awal penerapan, petugas juga akan melakukan pengawasan langsung di lapangan sekaligus memberikan sosialisasi kepada pengguna jalan.

“Kalau tidak ada petugas ya sama saja, akhirnya harus ada pengawalan dulu dan memberikan sosialisasi terhadap mereka yang saat itu antre agar membiasakan mengambil lajur kiri,” ujarnya.

Djoko mengatakan jika langkah ini terbukti efektif mengurangi risiko kecelakaan, kebijakan tersebut berpeluang diterapkan secara permanen.

“Kalau mitigasi terhadap rawan laka ini tentu saja kalau ini bisa berjalan malah nanti akan diikuti, diteruskan untuk antrean sepeda motor ini supaya tetap berpisah dari roda empat ke atas,” kata Djoko Noerjanto.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengevaluasi sejumlah infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

“Nanti ada perbaikan prasarana, mungkin ada pulau jalan yang menghalangi pada saat bergabung lagi ke lalu lintas utama di ujung itu ada pulau mungkin akan disesuaikan,” ujarnya.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut