Jalan TMMD Buka Akses Ekonomi Penyadap Pinus dan Wisata Hutan di Somagede Kebumen
Ekonomi Getah Pinus
Getah pinus memiliki nilai ekonomi karena diolah menjadi gondorukem dan terpentin yang digunakan dalam industri cat, perekat, hingga produk kimia. Selain itu, gondorukem juga banyak dimanfaatkan dalam industri kertas, karet, hingga bahan pelapis pada berbagai produk.
Aktivitas penyadapan getah pinus selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan penting bagi masyarakat desa hutan di wilayah tersebut. Untuk itu, keberadaan akses jalan menuju kawasan hutan sangat memengaruhi kelancaran aktivitas para penyadap dalam menjalankan pekerjaannya.
Penghasilan penyadap sangat dipengaruhi produksi getah dan kondisi cuaca. Pada kondisi normal, pendapatan penyadap pinus di sejumlah wilayah Jawa Tengah berkisar Rp1,7 juta hingga Rp2 juta per bulan.
Pengelola kawasan hutan pinus sekaligus pengawas kehutanan setempat, Yadikun, juga menyambut baik pembangunan jalan rabat beton yang dilakukan melalui program TMMD.
“Selama ini akses menuju kawasan hutan memang cukup terbatas karena jalan yang rusak dan sulit dilalui kendaraan. Dengan adanya pembangunan jalan rabat beton, mobilitas masyarakat maupun petugas kehutanan di kawasan tersebut menjadi jauh lebih mudah,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan jalan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi warga desa, tetapi juga mendukung upaya pengelolaan kawasan hutan secara lebih baik. Akses jalan yang memadai akan mempermudah pengawasan hutan serta kegiatan pemeliharaan tanaman pinus yang menjadi sumber produksi getah.
Yadikun mengatakan turut berpartisipasi dalam pembangunan jalan tersebut dengan memberikan bantuan material berupa semen. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan desa yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar hutan.
“Keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan melalui program TMMD ini menjadi semangat gotong royong antara masyarakat, pemerintah, dan TNI,” lugasnya.
Editor : Enih Nurhaeni