get app
inews
Aa Text
Read Next : Kolaborasi Keren! Serka Sugeng Kawal Sumur Bor, Serda Dwi Jaga Koordinasi TMMD

Polisi Ungkap Fakta Kematian Siswa SMP di Sragen, Patah Tulang Dasar Tengkorak

Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB
header img
Polisi Ungkap Fakta Kematian Siswa SMP di Sragen, Patah Tulang Dasar Tengkorak. Foto: ist

 

SRAGEN, iNewsJoglosemar.id — Tabir misteri kematian tragis seorang siswa SMP di Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, mulai menemukan titik terang. Polisi akhirnya mengungkap fakta penting di balik peristiwa yang sempat menggegerkan lingkungan sekolah tersebut.

Korban berinisial WAP (14), siswa SMP Negeri 2 Sumberlawang, dipastikan meninggal dunia akibat dugaan kekerasan fisik. Pelaku disebut merupakan teman sebayanya sendiri, DTP (14).

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, dalam keterangan resminya menegaskan bahwa kasus ini telah naik ke tahap penyidikan.

“Ini adalah dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Prosesnya sudah kami tingkatkan ke penyidikan,” tegas Kapolres.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa, 7 April 2026 sekitar pukul 11.10 WIB di lingkungan sekolah. Saat itu, korban tengah mengikuti pelajaran IPS, sementara pelaku berada di luar kelas tanpa pengawasan aktif guru.

Situasi tersebut diduga memicu interaksi spontan antar siswa yang awalnya berupa guyonan. Namun, suasana berubah menjadi saling ejek, lalu meningkat menjadi tantangan hingga berujung perkelahian.

Dari hasil penyelidikan, polisi memastikan bahwa kekerasan dilakukan tanpa alat bantu. Pelaku diduga memukul dan menendang korban menggunakan tangan dan kaki.

Usai kejadian, korban sempat pingsan dan dibawa ke UKS sebelum akhirnya dirujuk ke Puskesmas Sumberlawang. Namun nyawanya tidak tertolong.

Hasil autopsi menjadi kunci penting dalam mengungkap penyebab kematian korban. Tim medis menemukan adanya cedera fatal pada bagian kepala.

“Korban meninggal akibat mati lemas karena kekerasan tumpul di kepala yang menyebabkan patah tulang dasar tengkorak,” ungkap Kapolres.

Polisi telah memeriksa 10 saksi serta mengamankan sejumlah alat bukti, termasuk hasil visum dan pakaian korban.

Kasus ini masih terus dikembangkan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap secara utuh.

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut