Kartini Modern, Perempuan Pegang Peran Strategis dalam Keuangan Keluarga
REMBANG, iNewsJoglosemar.id — Perempuan masa kini dinilai memiliki peran strategis tidak hanya di ruang publik, tetapi juga sebagai pengelola utama ekonomi rumah tangga. Peran ini bahkan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang berintegritas.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sophia Wattimena, dalam kegiatan talkshow bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Senin (20/4/2026).
Menurut Sophia, semangat perjuangan R.A. Kartini relevan dengan kondisi saat ini, di mana perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga menjadi pengambil keputusan dalam pengelolaan keuangan keluarga.
“Perempuan memiliki kontribusi fundamental, termasuk sebagai pengelola ekonomi rumah tangga. Dari sinilah nilai integritas ditanamkan sejak dini,” ujarnya.
Ia menegaskan, perempuan berperan sebagai pendidik pertama dalam keluarga, sekaligus menjadi role model dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan akuntabilitas harus dimulai dari lingkungan rumah.
Data yang disampaikan OJK menunjukkan, sekitar 57 persen aparatur sipil negara saat ini adalah perempuan. Namun di sisi lain, tantangan masih besar, termasuk tingginya kasus kekerasan berbasis gender yang mayoritas korbannya perempuan.
Sophia menilai, penguatan peran perempuan dalam ekonomi keluarga juga sejalan dengan program prioritas pemerintah, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia dan kesetaraan gender.
Sementara itu, Menteri PAN-RB Rini Widyantini yang hadir secara daring menegaskan bahwa integritas menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.
“Tanpa integritas, kebijakan yang baik bisa kehilangan legitimasi. Dan tanpa kepercayaan publik, institusi negara akan sulit berjalan efektif,” katanya.
Dia menyampaikan, pemerintah telah memperkuat sistem integritas melalui regulasi pengelolaan konflik kepentingan guna memastikan setiap keputusan tetap berpihak pada kepentingan publik.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih, mengingatkan bahwa perempuan masih menghadapi tantangan berupa diskriminasi dan stereotip gender.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya perempuan tetap berani, mandiri, dan menjunjung tinggi etika dalam meraih cita-cita.
Kegiatan yang digelar secara hybrid ini diikuti ratusan peserta secara langsung dan ribuan peserta daring dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri jasa keuangan.
Editor : Enih Nurhaeni