get app
inews
Aa Text
Read Next : Bongkar Mafia BBM Rp12 Miliar, Polisi Jateng Dapat Penghargaan dari Pertamina

Pria Boyolali Spesialis Curi Alat Musik Gereja, 7 TKP Dibobol Pakai Google Maps

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:04 WIB
header img
Pria Boyolali Spesialis Curi Alat Musik Gereja, 7 TKP Dibobol Pakai Google Maps. Foto: iNewsJoglosemar.id/Taufik Budi

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Aksi pencurian yang menyasar rumah ibadah terungkap di Jawa Tengah. Seorang pria asal Boyolali berinisial BU ditangkap setelah membobol tujuh gereja dan mencuri berbagai peralatan musik serta elektronik dengan nilai kerugian ratusan juta rupiah.

Kasus ini diungkap dalam konferensi pers Bid Humas Polda Jateng di lobi Ditreskrimum, Rabu (6/5/2026), dipimpin Kabid Humas Kombes Pol Artanto didampingi Kasubdit 3 Jatanras AKBP Helmy Tamaela.

Dalam keterangannya, polisi memastikan pelaku beraksi seorang diri dan menjadikan gereja sebagai target utama karena dinilai sepi dan minim pengamanan.

“Kasus pencurian dengan pemberatan ini terjadi di tujuh gereja, dua di Boyolali dan lima di Kabupaten Semarang selama kurun waktu bulan Maret hingga April 2026,” jelas AKBP Helmy Tamaela.

Sasar Gereja Besar, Cari Target Pakai Google Maps

Modus pelaku tergolong terencana. Ia memanfaatkan teknologi untuk menentukan sasaran sebelum beraksi.

“Dengan modus operandi yang dia lakukan, yaitu, tersangka BU ini pada malam hari, keluar dari rumahnya, menggunakan sepeda motor yang sudah dilengkapi dengan bonjong. Kemudian, dia membuka Google Map,” katanya.

Pelaku menggunakan aplikasi Google Maps untuk mencari gereja yang berpotensi menjadi target.

“Dengan sarana aplikasi Google Map, mencari sasaran gereja terdekat,” lanjutnya.

Tak berhenti di situ, pelaku juga melakukan survei terlebih dahulu sebelum menentukan lokasi pencurian.

“Ketika melakukan survei, incaran dia lebih kepada gereja yang kondisinya megah. Besar, megah, kemudian kurang pengawasan atau pengamanan,” ungkapnya.

Menurut polisi, pelaku beranggapan gereja besar memiliki banyak peralatan elektronik bernilai tinggi dan mudah dijual.

Beraksi Tengah Malam, Bobol Pintu hingga Jendela

Aksi pencurian dilakukan pada malam hari saat kondisi sekitar sepi. Pelaku membawa alat sederhana untuk membobol bangunan.

“Dengan cara menggunakan lingkis yang sudah dia siapkan, lingkis itu berukuran 30 cm, dan juga penggaris besi. Gunanya untuk apa? Untuk mencongkel atau merusak pintu atau jendela dari TKP tersebut,” beber dia.

Setelah berhasil masuk, pelaku langsung menggasak barang-barang yang diincar.

“Pelaku ini kemudian mengambil barang-barang elektronik. Seperti speaker, mic, gitar, maupun alat musik yang ada di dalamnya.”

Waktu yang dibutuhkan untuk beraksi pun relatif singkat. “Paling setengah jam sampai satu jam. Karena memang kondisi gereja kan sepi.”

Barang hasil curian kemudian dimasukkan ke dalam bronjong di sepeda motor dan dibawa pulang.

“Barang-barang itu kemudian dimasukkan ke dalam bronjong yang sudah ada di sepeda motornya, kemudian dibawa ke rumah pelaku untuk diamankan,” ujarnya.

Dijual COD, Motif Ekonomi Jadi Pemicu

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan pelaku menjual barang curian melalui media sosial hingga status WhatsApp. “Karena kendala ekonomi, dia menjual itu lewat postingan WA atau sosial media,” jelasnya.

Transaksi dilakukan secara langsung atau COD. Sebagian barang sudah terjual, sementara sisanya masih disimpan di rumah pelaku.

“Beberapa barang yang sudah dijual, itu berupa speaker, proyektor, dari hasil pencurian, dia mendapatkan Rp2 juta.”
 

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut