get app
inews
Aa Text
Read Next : Ribuan Warga Cukil Kenduri di Jalan Bawah Pohon Besar, Sajikan Ingkung hingga Gudangan 

Cuma Punya Waktu 3 Hari, Dokter Dika Siap Berangkat ke NTT Bantu Korban Bencana

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:13 WIB
header img
Cuma Punya Waktu 3 Hari, Dokter Dika Siap Berangkat ke NTT Bantu Korban Bencana. (Foto: iNewsJoglosemar.id/Taufik Budi).

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id — Tidak banyak waktu untuk berpikir panjang bagi dr. Muhammad Lois Dika Ardian. Dokter RS Roemani Muhammadiyah Semarang itu hanya mendapat kabar sekitar tiga hari sebelum keberangkatan bahwa dirinya ditugaskan menjadi relawan kesehatan ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Senin (24/8/2026), Dika bersama empat relawan lainnya berangkat menuju Pulau Flores untuk menjalankan misi kemanusiaan Muhammadiyah Jawa Tengah. Mereka akan menempuh perjalanan melalui jalur darat dan laut dengan estimasi sekitar tiga hari.

“Persiapan khusus jujur saja kami tidak ada persiapan khusus karena ini benar-benar dadakan. Tiga hari sebelumnya saya dikabari, ‘Dok, besok berangkat ke NTT’,” kata Dika.

Alih-alih mempersoalkan waktu persiapan yang singkat, Dika langsung bersiap menjalankan tugas. Perlengkapan yang dibawa pun sederhana, mulai pakaian hingga kebutuhan pribadi.

“Persiapan nanti tim sudah disiapkan oleh rumah sakit. Untuk saya sendiri tinggal bawa baju sendiri dan perlengkapan pribadi,” ujarnya.

Dika tidak berangkat sendirian. Ia menjadi bagian dari tim beranggotakan lima orang yang terdiri atas satu dokter, dua perawat, satu apoteker, dan satu personel media.

Sesampainya di NTT, tim tidak langsung memiliki lokasi posko yang pasti. Mereka akan melakukan koordinasi dan asesmen terlebih dahulu untuk menentukan wilayah yang paling membutuhkan layanan kesehatan dan belum terjangkau tenaga medis.

“Untuk lokasinya kami belum mengetahui karena kami akan berkoordinasi lebih lanjut di titik mana yang membutuhkan dan belum dijangkau oleh kesehatan,” kata Dika.

Posko kesehatan nantinya menjadi tempat tim memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana. Dika bersama tim akan menyesuaikan bentuk pelayanan dengan kondisi dan kebutuhan warga di lokasi.

Bagi Dika, keberangkatan tersebut bukan sekadar menjalankan tugas profesi sebagai dokter. Ada tanggung jawab kemanusiaan yang membuatnya bersedia berangkat meski persiapannya sangat singkat.

Dika mengaku siap menjalankan tugas sesuai kebutuhan di lapangan. Ia bersama tim akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan layanan kesehatan diberikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Perjalanan menuju NTT sendiri diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hari karena tim menggunakan kombinasi jalur darat dan laut. Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian pertama dari misi yang harus mereka jalani sebelum mulai memberikan pelayanan kesehatan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah M Tafsir mengatakan keberadaan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan di wilayah terdampak bencana. Menurutnya, korban bencana tidak hanya membutuhkan bantuan berupa makanan dan logistik, tetapi juga pendampingan kesehatan.

“Tidak sekadar membutuhkan logistik, makanan, tapi mereka juga butuh pendampingan kesehatan,” kata Tafsir.

Lima relawan tersebut merupakan hasil sinergi Lazismu, MPKU dan MDMC Muhammadiyah Jawa Tengah. Mereka dijadwalkan menjalankan penugasan tahap pertama mulai 24 Agustus hingga 7 September 2026 di Pulau Flores.

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut