Waspada, Lereng Gunung Merbabu Jadi Kawasan Rawan Kebakaran saat Musim Kemarau

Taufik Budi
Waspada, Lereng Gunung Merbabu Jadi Kawasan Rawan Kebakaran saat Musim Kemarau. Foto: iNewsJoglosemar.id/Taufik Budi

 

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Lereng Gunung Merbabu menjadi salah satu kawasan yang dipetakan rawan kebakaran, selain Gunung Telomoyo dan kawasan Penggaron.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan.

"Antisipasi kebakaran hutan kami sudah koordinasi dengan Taman Nasional Gunung Merbabu. Jadi mereka juga kami ajak untuk berkolaborasi membangun komunitas di sana. Jadi ada Masyarakat Peduli Api," ujar Alexander, Rabu (22/7/2026).

Selain memperkuat kolaborasi, BPBD Kabupaten Semarang juga telah menyiapkan peralatan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan. BPBD menerima bantuan lima unit pompa air bertekanan tinggi (alkon) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kalau terkait dengan peralatan kami juga dapat bantuan dari BNPB. Jadi ada alkon untuk alat semprot itu radius bisa sampai 3 kilometer. Jadi memang kekuatannya besar. Itu kita punya lima unit," katanya.

Menurut Alexander, penggunaan alkon menjadi solusi untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses kendaraan pengangkut air.

"Karena tangki kalau karhutla tidak mungkin sampai ke atas. Maka kita coba kemarin di Merbabu radius 3 kilometer bisa," jelasnya.

Selain kawasan Gunung Merbabu, BPBD juga memetakan Gunung Telomoyo dan kawasan Penggaron sebagai wilayah yang memiliki potensi kebakaran hutan saat musim kemarau.

"Selain di Merbabu, yang berpotensi Telomoyo, kemudian Penggaron," ujarnya.

Alexander menambahkan, ancaman kebakaran tidak hanya berasal dari kawasan hutan. Di sejumlah permukiman, kebakaran juga kerap dipicu aktivitas masyarakat yang membakar tumpukan sampah atau ranting kering setelah membersihkan lahan.

"Yang rawan juga kadang di lingkungan masyarakat. Kayak kemarin di Lemah Ireng itu istilahnya mereka hanya bersih-bersih kemudian ditumpuk dibakar tapi ditinggal pergi," katanya.

Karena itu, BPBD terus mengingatkan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa agar mengedukasi masyarakat selama musim kemarau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Maka kita tidak henti-hentinya menyampaikan melalui Pak Camat, Pak Kades untuk mewanti-wanti masyarakatnya supaya di musim kemarau ini tidak melakukan hal-hal yang bisa berpotensi kebakaran," tegas Alexander.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network