SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI mulai berdatangan ke Semarang, Jawa Tengah. Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menjadi gerbang pertama kedatangan peserta dari berbagai provinsi. Pihak bandara menyiagakan sejumlah layanan agar proses kedatangan berjalan nyaman, tertib, dan berkesan.
General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung kelancaran MTQ Nasional XXXI.
"Kami berkomitmen mendukung kelancaran penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI dengan memastikan kesiapan layanan seperti menyiapkan titik penyambutan, area transit sementara, alur kedatangan dan keberangkatan, serta area parkir untuk kendaraan penjemputan agar proses perpindahan kafilah dari bandara menuju lokasi registrasi dapat berjalan tertib dan lancar," ujar Sulistyo.
Ia menambahkan, pihak bandara berkoordinasi dengan maskapai dan menyiapkan flow penumpang agar perjalanan kafilah di bandara berjalan lancar dan tertib.
Dekorasi penyambutan ditempatkan di area keberangkatan dan kedatangan terminal. Bandara juga menyediakan spot foto bagi kafilah dan pengunjung, serta UKM Jateng Corner yang menampilkan produk usaha kecil dan menengah Jawa Tengah.
Papua Barat Daya Terkesan
Kedatangan kafilah Papua Barat Daya menjadi salah satu sorotan. Rombongan mengaku terkesan dengan penyambutan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk pengalungan selendang rajut khas Jepara sebagai simbol keakraban.
Pelaksana Tugas Ketua Umum LPTQ Papua Barat Daya, Abu Bakar Alhamid, menyampaikan apresiasinya.
"Kami sangat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Semarang, yang telah menyambut kami dengan penuh antusias," ujar Abu Bakar.
Menurutnya, hubungan masyarakat Jawa dan Papua selama ini sudah cukup erat. Banyak warga Jawa yang tinggal di Papua, termasuk Papua Barat Daya, dan hidup berdampingan dengan masyarakat setempat.
"Jawa Tengah itu seperti saudara sendiri. Orang-orang Jawa yang ada di Papua Barat Daya punya ikatan kekeluargaan, dan bersama-sama membangun Papua Barat Daya," katanya.
Kafilah Papua Barat Daya mengirimkan 71 orang. Mereka tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membawa misi membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dan memperkuat solidaritas keagamaan.
Persiapan Peserta
Peserta cabang tilawah dewasa putri, Sarah Yunita, mengaku telah menjalani training center sekitar satu bulan. Persiapan dilakukan dengan latihan rutin, menjaga pola makan, pola hidup, serta olahraga untuk menjaga kualitas suara.
"Latihannya biasanya habis Subuh dan habis Magrib. Selain itu saya juga menjaga makan dan pola hidup," ujar Sarah.
Dia mengaku senang bisa datang ke Semarang karena selama ini belum pernah berkunjung. Selain mempersiapkan diri menghadapi perlombaan, Sarah juga mengaku penasaran ingin mencicipi kuliner khas Semarang.
"Kalau sudah sampai sini berarti harus siap untuk lomba dan terus latihan untuk maju ke mimbar tilawah," katanya.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
