Susu UMKM Kadirejo Masuk Menu MBG, Produksi 8.000 Cup Sehari untuk 50 Sekolah

Taufik Budi
Susu UMKM Kadirejo Masuk Menu MBG, Produksi 8.000 Cup Sehari untuk 50 Sekolah. Foto: Ist

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Produk susu olahan UMKM di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, kini masuk dalam menu tambahan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap hari, ribuan cup susu dipasok untuk mendukung pemenuhan gizi siswa sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Kepala Desa Kadirejo, Riyadi, mengatakan keberadaan susu produksi UMKM lokal sebagai bagian dari menu tambahan MBG memberikan manfaat ganda. Selain memberikan tambahan asupan gizi bagi siswa, program tersebut juga membuka pasar bagi produk susu yang diproduksi pelaku usaha di wilayah Kadirejo.

“Kami sangat mendukung karena dengan adanya menu tambahan susu ini juga turut menggerakkan UMKM lokal,” ujar Riyadi, Selasa (8/9/2026).

Rumah Susu Indonesia memiliki kapasitas produksi hingga 8.000 cup susu berukuran 125 mililiter setiap hari. Jumlah tersebut setara sekitar satu ton susu per hari.

Produksi susu tersebut kemudian disalurkan melalui tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Kadirejo, Keji, dan Segiri. Distribusinya mencakup sekitar 50 sekolah dengan penerima manfaat mencapai sekitar 7.500 cup.

“ Itu disalurkan ke tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kadirejo, Keji, dan Segiri untuk sekira 50-an sekolah. Sementara penerima manfaatnya mencapai 7500 cup,” kata Riyadi.

Menurut Riyadi, tambahan susu dalam menu MBG telah berjalan sekitar dua bulan. Kehadiran produk UMKM tersebut diharapkan dapat terus berlanjut sehingga memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha sekaligus memperluas manfaat program MBG.

“Sesuai arahan BGN, menu susu setidaknya diberikan dua kali dalam seminggu, sehingga kalau lebih dari itu tentu lebih baik, apalagi Indonesia Menuju Generasi Emas 2045,” ujarnya.

Riyadi menjelaskan, susu yang diolah tidak hanya mengandalkan bahan baku dari wilayah Kadirejo. Pasokan susu segar diperoleh dari peternak sapi perah di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Susu tersebut selanjutnya diolah dengan proses pasteurisasi sebelum dikemas dalam cup berukuran 125 mililiter dan didistribusikan untuk kebutuhan program MBG.

“Kolaborasi ini mampu menggerakkan perekonomian sehingga semakin menyejahterakan pelaku UMKM Kadirejo,” ungkap Riyadi.

Masuknya produk susu UMKM dalam program MBG juga mendapat sambutan positif dari sekolah. Kepala MI Miftahul Ulum Kadirejo 02, Widodo, mengatakan para siswa justru semakin lahap menyantap menu MBG sejak mendapatkan tambahan susu.

“Siswa sangat senang sejak ada menu tambahan dari Rumah Susu Indonesia, susu dalam gelas,” katanya.

Menurut Widodo, susu menjadi pelengkap menu MBG yang sebelumnya telah menyediakan sumber karbohidrat dan protein.

“Ini kan jadi menu pelengkap dalam MBG, ada karbo dan protein, kami mengharapkan adanya susu ini bisa setiap hari, diteruskan,” ujarnya.

Antusiasme serupa terlihat di kalangan siswa. Dzaky Athaya Akbar, siswa kelas 5 MI Miftahul Ulum Kadirejo 02, mengatakan susu yang dibagikan memiliki rasa yang disukainya.

“Susunya enak, rasanya original. Jadi bisa makan dan minum susu, kenyang lebih lama,” ungkap Dzaky.

Ia menilai konsumsi susu juga membuat tubuh lebih kuat sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih bersemangat.

“Susu menjadikan tubuh lebih kuat, kalau kuat dan sehat nanti belajarnya lebih semangat, jadi rajin,” katanya.

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network