get app
inews
Aa Text
Read Next : PAD Belum Sesuai Harapan, Bupati Ngesti Nugraha Soroti Parkir dan Pariwisata

Menko Zulhas Tegaskan Demo Tak Hentikan Program MBG dan Kopdes Merah Putih

Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:52 WIB
header img
Menko Zulhas Tegaskan Demo Tak Hentikan Program MBG dan Kopdes Merah Putih. Foto: iNewsJoglosemar.id/Taufik Budi

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan tetap berjalan meski belakangan menjadi sasaran kritik dan aksi demonstrasi. Pemerintah justru memanfaatkan berbagai masukan untuk membenahi tata kelola kedua program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman DPP PAPDESI (Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) sekaligus kolaborasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di Lapangan Kenanga, Desa Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi desa sekaligus mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis melalui sinergi antarlembaga.

Dalam sambutannya, Zulhas mengaku memahami munculnya kritik terhadap berbagai program strategis pemerintah. Namun, menurutnya, penyampaian pendapat merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.

"Saya dengar tanggal 1 nanti ada demo lagi. Habis MBG nanti yang didemo Kopdes. Demo di negara demokrasi itu sesuatu yang biasa. Yang tidak biasa kalau diskusi diusik atau demonstrasi sambil merusak," ujar Zulhas.

Ia memastikan pemerintah tidak akan menghentikan Program Makan Bergizi Gratis hanya karena adanya kritik. Sebaliknya, program tersebut saat ini sedang menjalani pembenahan agar pelaksanaannya semakin baik.

"MBG sedang diperbaiki. Manajemennya sudah diganti semua. Satu sampai dua bulan ini fokus pembenahan manajemen dulu," katanya.

Menurut Zulhas, Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan melakukan evaluasi menyeluruh setelah menerima hasil pemeriksaan forensik serta laporan aparat penegak hukum terkait pelaksanaan program tersebut.

"Presiden sangat hati-hati. Setelah ada hasil forensik baru beliau memutuskan dilakukan pergantian. Sekarang kami sedang membenahi tata kelolanya agar lebih tertib," jelasnya.

Selain membahas MBG, Zulhas juga meluruskan anggapan masyarakat mengenai Koperasi Desa Merah Putih yang selama ini kerap disamakan dengan toko ritel modern.

"Koperasi Desa Merah Putih itu bukan supermarket, bukan seperti Alfamart atau Indomaret. Ini adalah infrastruktur pemerintah di desa," tegasnya.

Ia menjelaskan KDMP nantinya menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan sosial, pupuk bersubsidi, LPG tiga kilogram, layanan pembayaran listrik, hingga penyerapan hasil panen petani.

"Kalau harga gabah di desa turun di bawah Rp6.500 per kilogram, koperasi yang akan membeli sesuai harga pemerintah. Jadi koperasi hadir untuk melindungi petani sekaligus menggerakkan ekonomi desa," katanya.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan kolaborasi BUMDes, KDMP, dan SPPG menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang saling terintegrasi.

"BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, dan MBG itu seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan," ujar Yandri.

Ia menjelaskan pemerintah telah menerapkan konsep *closed loop economy*, yakni seluruh kebutuhan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis diprioritaskan berasal dari desa.

"MBG wajib menggunakan bahan baku dari desa. Desa akan didorong menghasilkan buah-buahan, sayuran, ayam petelur, ayam pedaging, ikan, dan berbagai komoditas lainnya untuk menyuplai kebutuhan dapur MBG," jelasnya.

Menurut Yandri, keberadaan KDMP juga akan memberikan manfaat ekonomi langsung kepada desa karena sebagian keuntungan koperasi akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).

"Sebanyak 20 persen keuntungan Kopdes menjadi pendapatan asli desa, sedangkan 80 persen kembali kepada masyarakat desa," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bergas Kidul Heri Nugroho mengatakan pihaknya siap mendukung penuh seluruh program pemerintah pusat, termasuk pengembangan KDMP dan MBG.

"Kami sebagai kepala desa memberikan dukungan penuh terhadap program Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.

Heri mengungkapkan KDMP Bergas Kidul telah menjalin kerja sama sebagai pemasok bahan baku dapur SPPG meski pembangunan gedung koperasi masih berlangsung.

"Progres Kopdes Bergas Kidul sudah melakukan MoU dan menjadi supplier dapur SPPG sejak Januari. Bangunannya memang belum selesai, tetapi kerja samanya sudah berjalan," ungkapnya.

Ia menambahkan terdapat sedikitnya 27 pelaku UMKM di Desa Bergas Kidul yang kini mulai difasilitasi untuk memasarkan produk unggulan melalui Koperasi Desa Merah Putih.

"Semua produk unggulan masyarakat kami akomodasi agar bisa dipasarkan melalui koperasi dan disalurkan ke industri maupun Badan Gizi Nasional," pungkasnya.

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut