PURWOREJO, iNewsJoglosemar.id – Tikar sederhana yang digelar di tepi lokasi pengecoran jalan menjadi tempat berkumpul anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo dan warga Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Senin (20/7/2026). Usai bergotong royong menyelesaikan pekerjaan sejak pagi, mereka menikmati makan siang bersama dalam suasana penuh keakraban.
Seragam loreng berpadu dengan pakaian warga desa. Tanpa sekat, mereka duduk berdampingan sambil menyantap hidangan sederhana yang disiapkan masyarakat. Obrolan ringan dan canda tawa mengisi waktu istirahat sebelum pekerjaan kembali dilanjutkan.
Kebersamaan itu menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terlihat selama pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Selain membangun infrastruktur, program tersebut juga mempererat hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat yang bekerja bahu-membahu menyelesaikan sasaran fisik.
Salah seorang anggota Satgas TMMD, Sertu Junianto, mengatakan waktu makan siang bersama menjadi momen yang selalu dinantikan karena menjadi kesempatan untuk lebih mengenal masyarakat yang setiap hari mendampingi pekerjaan di lapangan.
"Kebersamaan seperti inilah yang menjadi semangat dalam pelaksanaan TMMD. Kami tidak hanya datang untuk membangun jalan, tetapi juga membangun rasa persaudaraan dengan masyarakat. TNI lahir dari rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan akan selalu bersama rakyat," ujarnya.
Menurutnya, hubungan yang akrab dengan warga membuat suasana kerja menjadi lebih nyaman dan penuh semangat. Gotong royong yang terjalin sejak awal pelaksanaan TMMD menjadi modal penting untuk menyelesaikan pembangunan sesuai target.
Bagi warga Desa Watuduwur, kehadiran Satgas TMMD bukan hanya menghadirkan pembangunan jalan yang akan mempermudah akses masyarakat, tetapi juga meninggalkan pengalaman kebersamaan yang sulit dilupakan. Dari mengaduk material, meratakan cor beton, hingga berbagi makan siang di atas satu tikar, seluruh aktivitas dilakukan bersama dalam suasana kekeluargaan.
Momen sederhana itu menunjukkan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari rampungnya pembangunan fisik, tetapi juga dari eratnya hubungan yang terbangun antara prajurit TNI dan masyarakat selama program berlangsung.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
