SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Kabupaten Semarang tak ingin hanya sukses menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Kontingen daerah ini juga memasang target tinggi dengan membidik 30 medali emas sekaligus menembus peringkat delapan besar.
Porprov Jateng 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25-31 Oktober 2026. Kabupaten Semarang mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah untuk 10 cabang olahraga, sehingga persiapan tidak hanya menyangkut kekuatan kontingen, tetapi juga kesiapan venue dan fasilitas pendukung.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Semarang Dody Prasetyo mengatakan persiapan menghadapi Porprov 2026 terus dilakukan secara bertahap.
"Selain persiapan untuk atlet, kami juga akan menjadi tuan rumah 10 cabang olahraga," kata Dody, Selasa (11/8/2026).
Sepuluh cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Kabupaten Semarang yakni arung jeram, voli pasir, voli indoor, dayung, tenis meja, biliar, grasstrack, paralayang, gantole, dan karate.
Untuk mengejar target prestasi, KONI Kabupaten Semarang telah menjalankan sejumlah program bagi atlet. Persiapan meliputi tes fisik, program PJP, try out, hingga pemusatan latihan atau TC.
Monitoring terhadap program latihan atlet juga dilakukan secara berkala untuk memastikan persiapan kontingen berjalan sesuai target.
"Secara berkala juga dilakukan monitoring kegiatan latihan atlet persiapan Porprov 2026," ujarnya.
Persiapan sebagai tuan rumah juga terus dikebut. KONI Kabupaten Semarang melakukan koordinasi dengan cabang olahraga yang menjadi tuan rumah pertandingan, termasuk mempersiapkan atlet, venue, serta koordinasi dengan Sub PB Porprov.
Sejumlah fasilitas pendukung venue juga mulai dibenahi dan dilengkapi. Infrastruktur seperti akses jalan, penginapan, serta fasilitas lainnya menjadi perhatian agar pelaksanaan pertandingan berjalan lancar.
"Sejauh ini kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan kontingen maupun venue," kata Dody.
Target Kabupaten Semarang pada Porprov 2026 pun cukup ambisius. Dody menyebut pihaknya membidik 30 medali emas dan posisi delapan besar klasemen akhir.
Target tersebut meningkat dibandingkan pencapaian pada Porprov 2023. Saat itu, kontingen Kabupaten Semarang mengoleksi 22 medali emas dan menempati peringkat ke-11.
"Untuk Porprov tahun ini target kita 30 medali emas dan masuk peringkat delapan besar. Pada Porprov 2023, kontingen Kabupaten Semarang mendapat 22 medali emas dan berada di peringkat 11," jelasnya.
Untuk mendukung persiapan kontingen sekaligus pelaksanaan sebagai tuan rumah, anggaran yang disiapkan mencapai Rp5 miliar.
Dody berharap keterbatasan kondisi keuangan daerah tidak menghilangkan perhatian terhadap atlet yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Semarang. Ia berharap apresiasi bagi peraih medali emas, perak, maupun perunggu tetap diberikan.
" Dalam situasi keuangan daerah seperti saat ini kami berharap apresiasi untuk atlet berprestasi yang mendapatkan medali emas, perak, dan perunggu tetap ada," paparnya.
Menjadi tuan rumah Porprov juga menjadi pengalaman baru bagi Kabupaten Semarang. Pasalnya, Porprov 2026 menjadi kali pertama daerah tersebut dipercaya menjadi tuan rumah multi-event olahraga.
Dody mengakui terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, mulai dari mengorganisasi pertandingan agar berlangsung sukses, lancar dan aman hingga memastikan sarana serta prasarana memenuhi standar yang ditetapkan.
"Banyak tantangannya, di antaranya mengorganisir kegiatan agar pelaksanaan Porprov sukses, lancar dan aman," ujarnya.
Meski demikian, berbagai tantangan tersebut tidak dianggap sebagai beban. Justru, momentum menjadi tuan rumah dinilai dapat menjadi kekuatan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Semarang.
"Namun semua tantangan tersebut tidak menjadi beban, sebaliknya menjadi kekuatan bagi Kabupaten Semarang. Ini adalah kebanggaan sebagai warga Kabupaten Semarang. Kami berharap bisa sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi," pungkas Dody.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
