3.850 Tahu Jadi Kasur, Edgina Menangis Kenang Ayah saat Terima Piagam MURI

Taufik Budi
3.850 Tahu Jadi Kasur, Edgina Menangis Kenang Ayah saat Terima Piagam MURI. (Foto: iNewsJoglosemar.id/Taufik Budi).

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id - Tangis Edgina Juventya Wirajaya (38) pecah saat menerima piagam Rekor MURI. Ibu dua anak sekaligus pemilik JJ Omah Tahu itu tak kuasa menahan air mata ketika teringat almarhum ayahnya yang meninggal karena Covid-19 pada 2021.

Perempuan yang akrab disapa Gina itu menerima piagam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah JJ Omah Tahu bersama The Wujil Resort & Convention mencatatkan rekor pembuatan replika kasur dari rangkaian tahu terbanyak.

Replika tersebut tersusun dari 3.850 tahu dengan ukuran kasur 2 x 2 meter dan tinggi 24 sentimeter.

Sesaat setelah menerima piagam dan medali, Edgina terlihat tak kuasa menahan tangis. Air matanya terus mengalir saat mengenang perjuangan sang ayah yang menjadi bagian penting dari perjalanan usaha tahu keluarganya.

"Dan terlebih ini semua kan untuk almarhum ayah saya. Jadi, saya harap beliau juga bangga melihat dari atas," ujar Edgina, Minggu (20/9/2026).

Bagi Edgina, pencapaian tersebut bukan sekadar rekor. Usaha tahu yang kini dia jalankan merupakan usaha keluarga yang telah diwariskan hingga generasi ketiga.

Dia mengaku perjalanan meneruskan usaha tersebut tidak mudah. Sang ayah sebelumnya berjuang membangun usaha tahu di tempat yang lebih baik dengan melengkapi berbagai perizinan.

"Perjuangan ayah saya untuk membangun ini usaha tahu ini di tempat yang lebih baik dan dengan semua izin yang lengkap itu kan pasti enggak mudah ya. Tapi belum sempat beliau menikmati hasilnya, beliau sudah meninggal karena Covid 2021 kemarin," katanya.

Setelah ayahnya meninggal, Edgina melanjutkan usaha tersebut. Dukungan sang ibu juga menjadi bagian penting hingga usaha keluarga itu tetap berjalan.

"Tapi ada mami saya yang selalu support saya, bahkan tadi juga sama-sama terharu ikut datang di acara pencapaian rekor MURI ini. Ya, beliau juga bangga karena usaha ini berjalan sampai sekarang ini karena saya generasi ketiga," ujarnya.

Untuk membuat replika kasur tersebut, proses produksi dimulai sejak pukul 02.00 hingga sekira pukul 19.00. Sementara penataan tahu menjadi bentuk kasur dilakukan mulai pukul 04.00 hingga sekira pukul 08.00.

Sebanyak 20 orang terlibat dalam proses pembuatan replika yang menggunakan sekitar empat kuintal tahu tersebut.

"Yang jelas bangga. Apalagi sudah berkolaborasi sama dengan The Wujil Resort and Convention ini dibantu sama Bapak Ahmad Solela. Yang jelas saya benar-benar bangga juga dengan tim saya yang jelas itu karena mereka benar-benar semangat waktu saya kasih tahu bakal ada rekor MURI ini," kata Edgina.

Rekor tersebut tercatat dalam piagam MURI nomor 12.927/R/MURI/IX/2026 sebagai rekor pemrakarsa dan penyelenggara pembuatan replika kasur dari rangkaian tahu terbanyak.

GM The Wujil Resort & Convention Ahmad Solela mengatakan peringatan 10 tahun hotel sengaja dikemas dengan melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya hotel untuk ikut mengenalkan produk lokal kepada masyarakat yang datang ke Kabupaten Semarang.

“Kami ingin merangkul masyarakat, bagaimana ekonomi UMKM juga bisa meningkat. Kami juga menjual produk-produk UMKM Kabupaten Semarang sebagai oleh-oleh di hotel,” kata Ahmad.

Ia mengatakan pemilihan replika kasur sebagai bagian dari pemecahan rekor MURI juga memiliki kaitan dengan identitas hotel. Kasur merupakan bagian penting dari layanan hotel, sementara bahan yang digunakan untuk membuat replika tersebut merupakan produk pangan lokal berupa tahu.

“Kenapa kasur? Karena kami hotel, tentu identik dengan kenyamanan dan tempat tidur. Tetapi yang kami buat ini dari tahu, produk asli Indonesia yang dibuat oleh UMKM Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening mengapresiasi kegiatan tersebut karena tidak hanya menghadirkan hiburan dan pemecahan rekor, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM. Ia berharap kegiatan semacam ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“Jangan hanya seremonial. Kita harus lihat berapa transaksi UMKM yang terjadi dalam kegiatan ini. Kalau memang memberikan dampak, tentu bisa menjadi pertimbangan untuk kegiatan-kegiatan berikutnya,” kata Bondan.

Bondan juga berharap kegiatan yang digelar The Wujil dapat ikut menggerakkan sektor pariwisata Kabupaten Semarang. Menurutnya, semakin banyak kegiatan yang menarik masyarakat datang, semakin besar pula peluang meningkatnya kunjungan dan okupansi hotel.

“Harapannya okupansi hotel meningkat, kunjungan wisatawan juga meningkat, sehingga nanti ada dampaknya terhadap UMKM dan juga pendapatan daerah,” ujarnya.

Setelah piagam dan penghargaan rekor MURI diserahkan, ribuan potong tahu yang sebelumnya disusun menjadi replika kasur berukuran 2 x 2 meter dengan tinggi 24 sentimeter itu kemudian dibongkar. Tahu-tahu tersebut lantas digoreng dan dibagikan kepada warga serta masyarakat yang hadir di lokasi acara.
 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network