Tol Jogja-Bawen Gusur Aset Pemkab Rp112 Miliar, Diganti RTH Raksasa hingga SD Baru

Taufik Budi
Proyek Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Senilai Rp112 Miliar Dikebut, Dikejar Sebelum Hari Jadi. Foto: iNewsJoglosemar/Taufik Budi

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id - Ada tenggat yang memburu proyek ganti rugi Tol Jogja-Bawen di Bawen. Bukan sekadar selesai sesuai kontrak. Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, ingin RTH yang dibangun dari penggantian aset Pemkab itu berdiri sebelum upacara Hari Jadi Kabupaten Semarang tahun depan.

Tenggatnya jelas. 26 Februari 2027. Sejak 30 Juni 2026, tiga paket pekerjaan digarap serentak selama delapan bulan. Kalau molor, RTH tak bisa dipakai untuk upacara.

"Kalau selesai sesuai kontrak akan kami gunakan untuk upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Semarang," kata Ngesti saat groundbreaking RTH di Bawen, Jumat (18/9/2026).

Dari Rp112 Miliar, Semua Dikonversi

Yang dikejar bukan proyek biasa. Tanah aset Pemkab Semarang seluas itu tergerus Tol Jogja-Bawen tahap pertama. Nilainya Rp112 miliar. Tak ada uang tunai yang kembali ke kas daerah. Semua dikonversi menjadi tanah dan bangunan pengganti.

"Tanah aset Pemkab yang terkena dampak jalan tol tahap pertama ganti rugi sekira Rp112 miliar. Kami pakai untuk penggantian RTH, pembangunan kantor kelurahan, pembangunan SD dan TK, serta balai RW," ujar Ngesti.

Sebagian dana itu sudah mengalir ke tempat lain. Perluasan TPA Blondo salah satunya. Sebagian lagi dipakai membeli lahan untuk mengurai kemacetan di Pasar Sayur Getasan. Pemkab masih menyimpan rencana membeli tanah di Gembol, Bawen.

35 Sertifikat Terbit, Bangunan Digarap JJB

Di sisi lain, PPK Jalan Tol Jogja-Bawen, Moh Fajri Nukman, memastikan penggantian berjalan sesuai skema. Uang ganti kerugian tidak diberikan tunai, melainkan berbentuk tanah atau bangunan pengganti.

"Uang ganti kerugian diberikan dalam bentuk tanah atau bangunan pengganti, sehingga memang tidak diberikan dalam bentuk uang," jelas Fajri.

Tanah pengganti sudah tuntas. 35 sertifikat hak pakai terbit atas nama Pemkab Semarang. Semua siap diserahterimakan. Adapun bangunan pengganti disediakan Badan Usaha Jalan Tol, PT Jasa Marga Jogja Bawen atau JJB.

Tiga Paket, Satu Tenggat

Pekerjaan dipecah tiga paket.

Paket A senilai Rp23,76 miliar untuk kantor dan gedung serbaguna Kelurahan Bawen serta RTH di Kelurahan Bawen.

Paket B senilai Rp15,92 miliar untuk TK Tunas Bakti 1, SD Negeri Bawen 1, dan balai RW Bawen.

Paket C senilai Rp576,88 juta untuk pengawasan teknik Paket A dan B.

"Sehingga total pekerjaan untuk kegiatan yang kami seremonikan adalah Rp40,26 miliar," kata Fajri.

Bukan Cuma RTH

RTH yang berdiri di Bawen nanti diproyeksikan menjadi pusat aktivitas warga. Ada lapangan sepak bola, jalur jalan sehat, area kuliner, sampai tempat bermain anak.

Direktur Teknis dan Operasi PT Jasa Marga Jogja Bawen, Radyo Wijoyo Danu Broto, menyatakan komitmennya.

"Kami berkomitmen penuh untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai desain yang disetujui dengan tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya," ujarnya.

Paket A dikerjakan PT Kinar Raya Mandiri. Paket B oleh PT Amber Hasya. Konsultan pengawas oleh PT Marsyal Rahardja. Perencana oleh CV Citra Matra Artitama. Seluruh pembangunan dijalankan Badan Usaha Jalan Tol. Pemkab tinggal menerima bangunan jadi.

Karena itu, Ngesti meminta Lurah, RW, dan perangkat daerah ikut mengawasi mutu. Jangan sampai bangunan jadi tidak sesuai spek.

"Sebelum diserahkan ke Pemkab, harus ada jaminan bahwa bangunan betul-betul sesuai spek yang ada," tegasnya.

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network