MPLS Unik, Siswa SD Kuningan 03 Semarang Diajak Menabung dari Hasil Olahan Sampah
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Kuningan 03, Kota Semarang, dibuat berbeda, Kamis (16/7/2026). Puluhan siswa tidak hanya diajak mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga belajar mengubah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat menghasilkan uang.
Melalui kolaborasi dengan komunitas Inveskids, para siswa dikenalkan cara mengolah limbah rumah tangga menjadi eco enzyme dan pupuk kompos. Kegiatan ini dikemas secara interaktif sehingga anak-anak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari memilah sampah hingga memahami manfaat ekonomi dari hasil olahan tersebut.
Anggota Inveskids, Christian Jeffrey Wijaya, mengatakan edukasi tersebut bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini sekaligus mengenalkan pentingnya literasi keuangan kepada anak-anak.
"Kami ingin mengajarkan anak-anak bagaimana mencintai lingkungan. Selain itu, mereka juga belajar bahwa sampah ternyata bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual sehingga hasilnya dapat ditabung atau diinvestasikan," ujarnya.

Menurut Jeffrey, selama ini masih banyak limbah organik rumah tangga yang berakhir di tempat pembuangan. Padahal, sisa sayuran, kulit buah, hingga daun kering dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, siswa dikenalkan cara membuat eco enzyme dari sisa buah dan sayuran,
sedangkan daun-daun kering diolah menjadi pupuk kompos menggunakan campuran bahan alami.
"Hasilnya bisa dimanfaatkan sendiri atau dijual kepada masyarakat. Dari situ anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan juga bisa memberikan nilai ekonomi," katanya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa rutin dilaksanakan di berbagai sekolah sebagai upaya membentuk generasi yang peduli lingkungan sekaligus memahami pentingnya mengelola keuangan sejak dini.
Gerakan edukasi keuangan “Inveskids" diinisiasi seorang pemuda asal Semarang Calvin Santoso (16), sejak 2022. Ia saat ini menempuh pendidikan kelas 11 SMA Jakarta Intercultural School (JIS) di Jakarta.
"Kami ingin anak-anak menghargai nilai uang, bukan menjadikan uang sebagai tujuan utama. Mereka belajar bahwa uang bisa diperoleh dari sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan," jelasnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian MPLS SD Negeri Kuningan 03 yang tahun ini mengusung tema pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan.
Ketua Tim Adiwiyata SD Negeri Kuningan 03, Atik Afriyanti, menjelaskan selama lima hari pelaksanaan MPLS, siswa mendapatkan berbagai materi, mulai dari sosialisasi anti perundungan, literasi, numerasi, urban farming, penanaman pohon, hingga pengelolaan sampah.
"Hari ini kami menggandeng Inveskids untuk memberikan pembelajaran tentang sekolah Adiwiyata, urban farming, cinta lingkungan, penanaman pohon, serta memilah dan mengolah sampah," ujarnya.
Menurut Atik, sekolah sengaja melibatkan berbagai pihak dari luar agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas.
"Anak-anak tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari para narasumber yang memiliki pengalaman di bidangnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik," katanya.
Guru SD Negeri Kuningan 03 sekaligus penanggung jawab Tim Sahabat Sekolah Dasar, Desi Indah Sari, mengatakan kemitraan dengan Inveskids telah terjalin sejak tahun lalu karena memiliki visi yang sama dalam membangun sekolah ramah lingkungan.

Ia menjelaskan sekolah selama ini telah menerapkan berbagai program Adiwiyata, seperti urban farming, kebun sekolah, hingga pengolahan hasil panen yang melibatkan para siswa.
"Anak-anak ikut menanam, merawat, memanen, bahkan mengolah hasil panen. Sebagian hasilnya juga dijual kepada orang tua sehingga mereka belajar mandiri, kreatif, sekaligus memahami proses menghasilkan uang," jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa tidak hanya memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga terbiasa berpikir kreatif dalam memanfaatkan barang yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.
Editor : Enih Nurhaeni