Undip Kembangkan Mesin Desalinasi dan Teknologi Ozon untuk Bantu Masyarakat

Taufik Budi
Undip Kembangkan Mesin Desalinasi dan Teknologi Ozon untuk Bantu Masyarakat. Foto: Taufik Budi

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id — Universitas Diponegoro (Undip) terus mendorong pengembangan riset dan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., mengatakan bahwa Undip berkomitmen menjadi kampus yang bermartabat dalam keilmuan sekaligus memberi kontribusi langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, proses pengembangan dan reproduksi ilmu pengetahuan di lingkungan universitas harus berujung pada solusi nyata bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Universitas Diponegoro berkomitmen bahwa Undip akan menjadi kampus yang bermartabat dalam keilmuan dan bermanfaat untuk masyarakat. Artinya, proses reproduksi ilmu pengetahuan yang dilakukan di universitas harus berujung pada manfaat nyata untuk masyarakat,” ujar Wijayanto.

Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai kegiatan akademik, salah satunya melalui pameran inovasi yang digelar saat perayaan Dies Natalis Undip.

Ia menjelaskan bahwa pada Dies Natalis tahun lalu, Undip menghadirkan program Inovasi untuk Bangsa, yang menampilkan berbagai karya inovatif dari para peneliti dan dosen.

“Itulah mengapa kemudian pada Dies Natalis tahun kemarin kita hadir dengan tagline Inovasi Untuk Bangsa, di mana kita men-display pada waktu itu 35 bentuk inovasi dari Universitas Diponegoro,” jelasnya.

Pada tahun ini, Undip akan melanjutkan kegiatan tersebut dengan tema “Inovasi untuk Negeri.” Tema tersebut mencerminkan semangat para ilmuwan Undip untuk terus berkarya melalui penelitian dan inovasi.

“Artinya inovasi menjadi nafas atau semangat dari para ilmuwan Undip untuk berkarya,” kata Wijayanto.

Ia menambahkan bahwa berbagai inovasi yang dihasilkan dosen Undip telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Salah satu inovasi yang cukup dikenal adalah mesin desalinasi, yaitu teknologi yang mampu mengubah air laut atau air payau menjadi air siap minum.

Menurutnya, teknologi tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat di wilayah pesisir, terutama di kawasan Pantai Utara Jawa yang sering mengalami masalah air bersih.

“Mesin ini telah mengubah air payau, air laut menjadi air siap minum yang adalah satu hal yang penting untuk masyarakat,” ujarnya.

Wijayanto menegaskan bahwa nilai sebuah inovasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologinya, tetapi juga dari relevansinya dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Temuan itu bukan dinilai dari seberapa canggih dia, tapi seberapa relevan dia, seberapa mampu dia untuk menjawab masalah di masyarakat,” katanya.

Teknologi desalinasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat di sejumlah wilayah pesisir seperti Demak, Jepara, Pekalongan, dan Grobogan yang kerap mengalami banjir rob dan kesulitan mendapatkan air minum.

Selain itu, teknologi tersebut juga dinilai bermanfaat bagi wilayah seperti Blora yang memiliki masalah kualitas air karena kandungan kapur yang tinggi.

Kondisi air yang kurang layak konsumsi dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, termasuk berpotensi menyebabkan masalah gizi karena nutrisi yang tidak terserap dengan baik.

Selain teknologi desalinasi, Undip juga mengembangkan inovasi lain yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

Salah satunya adalah teknologi pengawetan hasil pertanian menggunakan teknologi ozon.

Teknologi tersebut memungkinkan hasil panen seperti bawang dan cabai dapat bertahan lebih lama tanpa cepat membusuk.

“Bawang yang dihasilkan dari petani, cabai, itu kemudian bisa awet dan bisa dipakai selama berbulan-bulan karena teknologi kita,” ungkapnya.

Di samping inovasi yang sederhana namun aplikatif, Undip juga mengembangkan berbagai teknologi canggih, salah satunya tangan bionik yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas.

Menurut Wijayanto, seluruh inovasi tersebut merupakan bagian dari strategi Undip untuk memperkuat hilirisasi riset.

Ia menjelaskan bahwa Undip memiliki direktorat khusus yang bertugas mendorong hasil penelitian agar dapat diimplementasikan dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

“Kita akan dorong riset-riset di Undip untuk menjadi satu riset yang kemudian mengalami hilirisasi,” jelasnya.

Selain itu, berbagai inovasi juga akan melalui proses inkubasi agar dapat dikembangkan menjadi produk yang siap dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri.

Wijayanto menyebut bahwa berbagai daerah di Indonesia mulai menunjukkan minat terhadap inovasi yang dikembangkan oleh Undip.

Beberapa provinsi dari wilayah Kalimantan hingga Maluku bahkan telah menyatakan ketertarikannya untuk memanfaatkan teknologi hasil riset Undip.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network