Modal Daun Pepaya Melimpah, Inovasi Mahasiswa KKN Undip Ini Bikin Petani Kendal Ketagihan

Taufik Budi
Modal Daun Pepaya Melimpah, Inovasi Mahasiswa KKN Undip Ini Bikin Petani Kendal Ketagihan. Foto: Ist

KENDAL, iNewsJoglosemar.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) mengenalkan pemanfaatan daun pepaya sebagai pestisida nabati kepada kelompok tani dan masyarakat Desa Lebosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Inovasi sederhana tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Program bertajuk Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Pestisida Nabati dari Bahan Alami untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Lebosari itu digelar di Balai Desa Lebosari pada Jumat (31/7/2026).

Kegiatan mendapat dukungan Pemerintah Desa Lebosari yang dipimpin Kepala Desa Muhammad Lutfi Kurniawan beserta perangkat desa. Selain itu, program juga didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Undip, Dea Adielyani, S.M., M.M., dari Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Matematika Undip, Hanum Yasyfa Saebani, menjelaskan pestisida nabati menjadi salah satu alternatif pengendalian hama yang lebih aman bagi lingkungan karena dibuat dari bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat.

Menurutnya, daun pepaya dipilih karena mengandung berbagai senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, serta enzim papain yang mampu menghambat aktivitas makan serangga, mengganggu pertumbuhan hama, hingga membantu menekan serangan pada tanaman.

Tak hanya memberikan materi, mahasiswa KKN juga mengajak peserta mempraktikkan langsung pembuatan pestisida nabati. Selain itu sekaligus mendukung SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

"Pemanfaatan daun pepaya diharapkan dapat menjadi solusi sederhana bagi petani untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia sekaligus mendukung sistem pertanian yang lebih berkelanjutan," jelas Hanum.

Daun pepaya segar dicuci, dipotong kecil, kemudian dihaluskan menggunakan sedikit air. Setelah itu campuran ditambahkan air bersih dan didiamkan selama sekitar 24 jam agar senyawa aktifnya terekstraksi.

Larutan kemudian disaring untuk memisahkan ampas daun sebelum ditambahkan lima hingga sepuluh tetes sabun cuci piring sebagai perekat agar cairan lebih mudah menempel pada permukaan daun tanaman saat disemprotkan.

Peserta juga mendapat penjelasan mengenai teknik penyimpanan, cara penggunaan, hingga jenis tanaman yang dapat memanfaatkan pestisida nabati tersebut.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Kelompok tani aktif mengajukan pertanyaan mengenai efektivitas pestisida alami dibandingkan pestisida sintetis, masa simpan larutan, hingga frekuensi penyemprotan yang dianjurkan.

Sebagai panduan, mahasiswa KKN membagikan leaflet berisi tahapan pembuatan dan cara penggunaan pestisida nabati sehingga peserta dapat mempraktikkannya secara mandiri.

Mereka berharap masyarakat Desa Lebosari mampu memanfaatkan potensi hayati lokal sebagai solusi pengendalian hama yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network