Bonggol Jagung Disulap Jadi Briket Biomassa, Inovasi Mahasiswa KKN Undip di Pemalang

Taufik Budi
Bonggol Jagung Disulap Jadi Briket Biomassa, Inovasi Mahasiswa KKN Undip di Pemalang. (Foto: Istimewa).

PEMALANG, iNewsJoglosemar.id – Potensi hasil panen jagung yang melimpah di Desa Jatiroyom, Kabupaten Pemalang, dimanfaatkan Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 untuk menghadirkan solusi pengelolaan limbah pertanian yang lebih bernilai. Melalui program inovatif, mahasiswa mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket biomassa sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sekaligus berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Selama ini, bonggol jagung usai panen umumnya hanya ditumpuk, dibuang, atau dibakar. Selain tidak memiliki nilai ekonomi, cara tersebut juga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Undip terlebih dahulu melakukan uji coba pembuatan briket biomassa sebelum memberikan pelatihan kepada masyarakat. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan kualitas briket yang dihasilkan, menyempurnakan proses produksi, serta memastikan metode yang diajarkan dapat diterapkan secara mandiri oleh warga.

Setelah uji coba dinilai berhasil, mahasiswa menggelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan briket biomassa kepada masyarakat Desa Jatiroyom. Warga dikenalkan mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga manfaat penggunaan briket sebagai alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

"Selama ini bonggol jagung sering kali hanya dibuang atau dibakar setelah panen, padahal limbah tersebut masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat. Melalui program ini, kami ingin memperkenalkan bahwa bonggol jagung dapat dimanfaatkan menjadi briket biomassa sebagai alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai tambah," ujar Bernadetta Dara Pandu Pertiwi, mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro.

Tak Hanya Mengolah Limbah, Warga Juga Diajari Berbisnis

Program KKN ini tidak berhenti pada proses produksi briket biomassa. Mahasiswa juga membekali masyarakat mengenai pengembangan usaha agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing di pasar.

Materi yang diberikan meliputi penyusunan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, hingga strategi pemasaran sederhana.

"Melalui program ini, kami tidak hanya mengajarkan cara membuat briket biomassa, tetapi juga mengenalkan cara menentukan harga jual dan strategi pemasaran agar produk ini memiliki nilai ekonomi. Kami berharap briket biomassa dapat menjadi salah satu peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Jatiroyom," kata Raysa Khumaira Azkha.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya kemasan produk sebagai bagian dari strategi pemasaran.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kemasan yang baik harus memuat identitas produk, berat bersih, komposisi, identitas produsen, hingga petunjuk penggunaan agar produk lebih dipercaya konsumen.

"Produk yang baik perlu didukung dengan kemasan yang sesuai agar lebih menarik dan memberikan informasi yang jelas kepada konsumen. Dengan demikian, produk akan memiliki nilai tambah dan lebih siap dipasarkan," jelas Dhiya Nasywa Jingga.

Modul Pelatihan Diserahkan ke Pemerintah Desa

Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kepala Dusun Rujakbeling, Desa Jatiroyom, Rismanto, mengatakan limbah bonggol jagung selama ini memang belum dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, sebagian besar warga masih memilih membakar atau membuang limbah tersebut setelah panen sehingga belum memberikan manfaat ekonomi.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, Mahasiswa KKN Reguler Tim II Undip juga menyusun Modul Pelatihan Pembuatan Briket Biomassa dari Bonggol Jagung yang kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Jatiroyom.

Modul tersebut diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat untuk memproduksi briket biomassa secara mandiri sekaligus mendorong lahirnya usaha berbasis potensi lokal.

Program ini menjadi salah satu kontribusi nyata Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, dan pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan.

Selain memberikan solusi terhadap limbah pertanian, inovasi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Program kerja ini berada di bawah bimbingan Dr. Zulfaidah Ariany, S.T., M.T. bersama anggota Tim KKN Reguler II Undip 2026 yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Nur Afifah Fidyasari (Ekonomi), Dhiya Nasywa Jingga (Hukum), Muhammad Irkham Maulana (Sastra Indonesia), Bernadetta Dara Pandu Pertiwi (Administrasi Publik), Nashwa Dilla Divakaruni (Ilmu Pemerintahan), Arya Sakti Suryanarendra (Ilmu Kelautan), Mutya Jasmine Martcintania (Psikologi), Maulani Rizqi (Matematika), Raysa Khumaira Azkha (Akuntansi Perpajakan), dan Zulfiqar Wafiq Arribath (Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan).

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network