Admin WhatsApp Jadi Otak Penggerak Tawuran Semarang-Kendal, Polisi Buru Pelaku

Taufik Budi
Admin WhatsApp Jadi Otak Penggerak Tawuran Semarang-Kendal, Polisi Buru Pelaku. (Foto: Istimewa).

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Polisi mengungkap peran admin grup WhatsApp dalam aksi tawuran antar kelompok remaja di Jalan Raya Arteri Mangkang, Kota Semarang, Minggu (2/8/2026) dini hari.

Admin grup tidak sekadar menjadi anggota percakapan, tetapi berperan mengatur komunikasi, pertemuan, hingga mengoordinasikan anggota kelompok sebelum tawuran.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol. Muhammad Anwar Nasir mengatakan, kelompok remaja yang terlibat dalam tawuran menggunakan komunikasi melalui media sosial untuk mengatur pergerakan mereka.

"Admin mengatur, teknis yang mengatur pertemuan atau apa dan mereka mengkoordinir temannya. Nah, ini termasuk admin ini jadi DPO kita juga yang sedang kita buru," kata Anwar saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Jumat (7/8/2026).

Menurut Anwar, pola komunikasi kelompok tersebut kini tidak selalu dilakukan secara terbuka melalui grup. Para anggota menggunakan pesan pribadi atau inbox di media sosial untuk mengatur pertemuan dan menggerakkan anggota.

Tawuran tersebut melibatkan gabungan kelompok Brakitcil dan Anjay165 dari Kota Semarang melawan kelompok Wartan Kendal.

Sebelum bentrokan, kelompok dari Semarang berkumpul dan kemudian bergerak menuju lokasi yang telah disepakati. Mereka selanjutnya berhadapan dengan kelompok Wartan Kendal yang berjumlah sekitar 30 orang.

Dalam aksi tersebut, polisi menemukan adanya penggunaan senjata tajam. Bahkan, kelompok yang terlibat memiliki pola menyimpan senjata setelah digunakan dalam aksi tawuran.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan 12 orang yang terdiri atas empat dewasa dan delapan anak. Empat orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka, terdiri atas satu dewasa dan tiga anak.

Sementara itu, 17 pelaku lainnya masih diburu dan masuk daftar pencarian orang (DPO). Mereka terdiri atas tujuh orang dari kelompok Semarang dan 10 orang dari kelompok Kendal.

Anwar menegaskan polisi masih terus mengejar para pelaku yang belum diamankan, termasuk pihak yang berperan mengatur kelompok melalui media sosial.

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network