get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Cabul Santriwati, Abah Khan Resmi Jadi Terdakwa dan Ditahan di Kedungpane

PAD Belum Sesuai Harapan, Bupati Ngesti Nugraha Soroti Parkir dan Pariwisata

Kamis, 25 Juni 2026 | 09:36 WIB
header img
PAD Belum Sesuai Harapan, Bupati Ngesti Nugraha Soroti Parkir dan Pariwisata. (Foto: iNewsJoglosemar.id/Taufik Budi).

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Semarang tahun 2025 belum seluruhnya mampu memenuhi target yang telah ditetapkan. Sejumlah sektor tercatat masih mengalami kekurangan realisasi sehingga menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Semarang.

Hal itu disampaikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha usai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2025, Rabu (24/6/2026).

Menurut Ngesti, kondisi PAD memang tidak seluruhnya dapat mencapai target 100 persen. Meski ada beberapa sektor yang melampaui target, terdapat pula sektor yang realisasinya masih berada di bawah harapan.

"Kalau pendapatan asli daerah kita memang tidak bisa full di 100 persen. Ada yang melebihi tetapi ada juga yang tidak sampai. Nah, ini yang perlu kita evaluasi," kata Ngesti.

Salah satu sektor yang belum mencapai target adalah pendapatan dari parkir.

"Yang tidak sampai misalnya kayak parkir ya, parkir itu kan tidak mencapai target," ujarnya.

Selain parkir, sektor pariwisata juga menjadi perhatian pemerintah daerah karena realisasi pendapatannya belum sesuai target yang ditetapkan.

"Nanti juga kita evaluasi, pendapatan di pariwisata. Pariwisata juga tidak mencapai target karena yang berkunjung juga jumlahnya turun," jelasnya.

Meski demikian, Ngesti menyebut tidak semua destinasi wisata mengalami penurunan. Beberapa objek wisata justru menunjukkan tren positif setelah dilakukan pengembangan.

Salah satu contohnya adalah wisata Bukit Cinta yang dikelola dengan menggandeng pihak ketiga untuk menambah wahana baru.

"Tapi saat ini seperti di Bukit Cinta dengan adanya penambahan wahana wisata baru kita kerja sama dengan pihak ketiga, saat ini kenaikannya cukup pesat," katanya.

Menurut Ngesti, peningkatan jumlah pengunjung di Bukit Cinta cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.

"Karena yang saya tanya rata-rata itu misalnya hari Minggu itu hanya sekitar 1.000 pengunjung, kemarin sampai 4.000 bahkan 6.000 di saat Lebaran kemarin," ungkapnya.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan wahana wisata mampu meningkatkan daya tarik destinasi dan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.

Namun di sisi lain, masih terdapat sejumlah objek wisata yang belum berkembang secara optimal sehingga berdampak terhadap capaian pendapatan daerah.

"Artinya bahwa itu sudah perlu edukasi terkait dengan pengembangan wisata yang milik pemerintah daerah. Kemudian juga yang swasta juga sama," ujar Ngesti.

Menurutnya, keberadaan wahana atau atraksi baru menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Kalau di situ ada wahana pengembangan baru tentunya ini akan meningkat," katanya.

Karena itu, Pemkab Semarang akan terus mendorong pengembangan destinasi wisata, termasuk objek wisata skala kecil yang tumbuh di berbagai wilayah Kabupaten Semarang.

"Nah, kita perlu juga adanya edukasi terkait dengan wisata-wisata yang kecil-kecil ini yang tumbuh di Kabupaten Semarang. Harapan kita juga nanti bisa lebih optimal lagi," tandasnya.

Selain sektor wisata, Ngesti juga mengakui penurunan kunjungan wisatawan berdampak terhadap penerimaan pajak hotel.

"Pajak hotel juga agak turun," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari sejumlah pengelola hotel, tingkat hunian atau okupansi hotel sepanjang tahun lalu masih relatif rendah.

"Saya tanya okupansinya, rata-rata itu antara 40 sampai 50 persen kemarin itu okupansinya untuk hotel. Saya tanya di beberapa hotel terutama yang hotel besar," katanya.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut