Beban Ganda Ibu Aira, Pasien yang Terbaring Lemah namun Harus Tetap Hitung Biaya

Taufik Budi
Beban Ganda Ibu Aira, Pasien yang Terbaring Lemah namun Harus Tetap Hitung Biaya. Foto: Ist

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Menjadi pasien di rumah sakit sudah seharusnya membuat seseorang fokus pada penyembuhan. Namun, realitas pahit sering kali berbicara lain. Bagi pasien dari keluarga prasejahtera, terbaring lemah di atas ranjang bukan berarti bisa beristirahat dengan tenang. Pikiran mereka terus dibayangi kekhawatiran tentang biaya pengobatan selanjutnya, dan bagaimana keluarga di rumah bisa makan besok.

Itulah beban ganda yang dirasakan oleh Ibu Aira, seorang pasien yang tengah dirawat di RS dr. Adhyatma, M.P.H., Semarang. Rasa sakit fisik yang dideritanya seolah bertambah berat dengan himpitan tekanan batin. Di tengah kondisi penuh ketidakpastian itulah, kehadiran Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Tengah melalui Program Sahabat Pasien, Selasa (27/10/2026), menjadi oase yang sangat berarti.

Bagi Ibu Aira, uluran tangan yang datang saat ia berada di titik terendah bukan hanya soal materi. Kunjungan, doa, dan tali asih yang diberikan tim BMH mampu membangkitkan kembali harapan yang sempat pudar. Ia tak mampu membendung tangis haru saat menyadari masih ada orang di luar sana yang peduli pada perjuangannya.

"Matur nuwun sanget. Sudah didatangi, didoain dan ditinggalin tali asih. Kami tidak bisa balas, semoga Allah yang akan balas bantuan ini," tutur Ibu Aira dengan suara terbata-bata.

KIsah Ibu Aira menjadi cermin betapa beratnya perjuangan pasien prasejahtera. Ketika harus berjuang melawan penyakit, mereka dipaksa berpikir ekstrakeras untuk menyambung hidup. Program Sahabat Pasien hadir untuk memastikan bahwa mereka tidak berjuang sendirian.

Kepala Perwakilan BMH Jawa Tengah, S. Abdul Karim, S.E.I., menegaskan bahwa pihaknya menyadari beban yang ditanggung pasien dan keluarganya. Oleh karena itu, selama 16 tahun terakhir, BMH konsisten menghadirkan program ini sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

"Program ini bagian dari komitmen BMH untuk hadir membersamai umat di saat mereka sedang membutuhkan. Setiap tahun sudah 16 tahun program ini terus kita laksanakan. Semoga tahun ini lebih baik lagi dan semakin banyak yang dapat BMH bantu," ungkap Abdul Karim.

Langkah kemanusiaan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Melalui sambutan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., yang dibacakan oleh Woro Boedi Sayekti, S.Sos., M.Si., pemerintah mengapresiasi inisiatif BMH dalam membantu meringankan beban pasien.

Pemerintah berharap kolaborasi antara BMH, pihak rumah sakit, dan berbagai elemen masyarakat terus diperkuat. Transparansi dan ketepatan sasaran menjadi kunci agar bantuan bisa dirasakan langsung oleh mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti Ibu Aira.

Hingga saat ini, Program Sahabat Pasien terus membuka pintu bagi para donatur yang ingin berkontribusi. BMH mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya.

"Mari menjadi bagian dari Sahabat Pasien. Setiap kepedulian dapat membantu meringankan beban keluarga, menguatkan harapan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang sedang berjuang untuk sembuh," pungkas Abdul Karim.

 

 

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network