Ketoprak Cilik Sang Kusuma Wilis Hidupkan Perjuangan Nyi Ageng Serang di Ungaran
Pemilik Sanggar Budaya Condrowinoto, Raden Nganten Eropeana Puspitasari, mengatakan lakon tahun ini sengaja dipilih agar anak-anak mengenal sejarah perjuangan bangsa melalui media seni tradisional.
"Lakon tahun ini kita mengajarkan sejarahnya Nyi Ageng Serang. Jadi perjuangan kita mengangkat seorang pejuang wanita yang gigih berjuang untuk mempertahankan Nusantara dari Belanda," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pendadaran merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan layaknya sistem pendidikan formal.
Setelah menjalani ujian, para murid akan menerima rapor sebelum memasuki masa libur sanggar dan pembukaan pendaftaran peserta didik baru.
"Memang setiap tahun kegiatan ini kita adakan setiap liburan sekolah. Kegiatan kami mengikuti seperti sekolah formal. Setelah ujian nanti ada penerimaan rapor, kemudian sanggar libur, lalu membuka pendaftaran murid baru," katanya.
Saat ini Sanggar Budaya Condrowinoto memiliki hampir 100 murid aktif, sedangkan sekitar 80 anak mengikuti pendadaran tahun ini.
Raden Nganten menjelaskan, ketoprak dipilih sebagai materi ujian karena menjadi bagian dari pembelajaran Budi Pekerti Jawa, selain kelas tari, karawitan, dan wayang.
"Di sanggar ada kelas tari, karawitan, wayang, dan budi pekerti Jawa yang saya wajibkan untuk anak-anak. Jadi mereka tidak hanya bisa menari atau karawitan, tetapi harus memiliki jati diri dan budi pekerti yang baik sebagai orang Jawa," jelasnya.
Editor : Enih Nurhaeni